Yuk disimak, solusi rumah murah di Indonesia

Pertumbuhan penduduk Indonesia semakin pesat setiap tahunnya. Perkembangan pertumbuhan penduduk ini membuat naiknya permintaan akan beberapa kebutuhan pokok. Kebutuhan akan perumahan misalnya, antara permintaan dan penyediaan akan perumahan selalu lebih banyak permintaan. Terutama permintaan akan adanya rumah murah untuk penduduk dalam klasifikasi berpenghasilan menengah ke bawah.


Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh peran serta pihak swasta dalam hal penyediaan rumah murah. Kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta akan bisa mengatasi persoalan penyediaan rumah murah. Berbicara tentang rumah murah di sini kita akan membahas beberapa hal penting dalam upaya penyediaan kebutuhan akan rumah tersebut antara lain, pertama kendala-kendala penyediaan rumah atau tempat tinggal; kedua, apa saja peran yang bisa diambil oleh pemerintah dalam penyediaan rumah murah tersebut dan yang ketiga tentu saja kita membahas peran utama dari pihak swasta dalam hal penyediaan rumah murah tersebut.

Tak Terjangkau

Kendala utama dalam hal penyediaan rumah atau tempat tinggal adalah harga yang tidak bisa dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Ketika kita menyediakan rumah layak tetapi harga tersebut tidak terjangkau, maka masyarakat tetap tidak bisa membeli rumah. Kemudian kendala lain, pemerintah menyediakan lahan, tetapi lahannya lokasinya terlalu jauh. Sehingga warga yang ditawari rumah murah tersebut tidak tertarik.


Kendala lainnya lagi seperti fasilitas umumnya tidak memadai misal air, transportasi tidak ada, jalan rusak, dan listrik yang belum ada. Kualitas rumah yang harganya murah juga sangat kurang memadai alias jelek. Akhirnya rumah yang disediakan untuk masyarakat tersebut tidak menarik perhatian mereka untuk membeli. Dibutuhkan peran serta semua pihak dalam penyediaan rumah murah dan berkualitas untuk rakyat Indonesia.

Pemerintah dan pihak swasta harus bisa bekerja sama dengan baik; kedua pihak bisa mengambil peran-peran mereka dalam memaksimalkan penyediaan rumah dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Apa Peran Pemerintah?


Sebelum kita bicara peran pemerintah dalam penyediaan rumah murah, perlu diketahui komposisi harga rumah pada umumnya antara lain: biaya pembebasan lahan 15-25 persen, biaya pengurusan tanah 5-7 persen, biaya operasional bulanan 3-7 persen, biaya marketing 5-8 persen, biaya perizinan 2-3 persen, biaya konstruksi fasilitas umum 10-15 persen, biaya konstruksi rumah 35-55 persen, pajak 10-15 persen, dan keuntungan 10-30 persen.

Di sini bisa kita uraikan bahwa pemerintah bisa berperan pada komposisi harga rumah tersebut. Peran pemerintah pada komposisi harga rumah antara lain: biaya pembebasan lahan (pemerintah menyediakan lahan), biaya perizinan (pemerintah mengurangi biaya perizinan atau menghapuskan biaya perizinan), biaya konstruksi fasilitas umum (pemerintah membiayai biaya fasilitas umum, program sudah sudah jalan), biaya pajak (pemerintah mengurangi biaya pajak atau menghapuskannya).

Dengan adanya peranan pemerintah terhadap komposisi harga rumah tersebut, maka harga rumah bisa berkurang antara 27-43 persen. Pemerintah juga harus memastikan bahwa lahan yang disediakan lokasinya mudah dijangkau dengan transportasi yang ada, fasilitas air, dan listrik sudah harus tersedia.

Peran Swasta


Peran swasta atau pihak pengembang yang paling dominan adalah dalam hal biaya konstruksi rumah; biaya konstruksi rumah ini mengambil peran yang cukup besar pada komposisi harga rumah, yaitu 35-55 persen. Pada umumnya mindset pihak swasta adalah untuk rumah murah, maka kualitasnya jelek atau apa adanya. Padahal belum tentu rumah murah kualitasnya jelak. Pihak swasta harus kreatif mencari solusi desain dan material yang bisa menghasilkan rumah murah yang berkualitas baik.
Bisa saja pihak swasta bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi untuk meneliti dan mencari desain dan material bangunan yang murah dan berkualitas. Kata kunci di sini adalah kreativitas. Indonesia kaya akan banyak bahan baku untuk material bahan bangunan, tinggal kita jeli untuk mencoba mencari dan meneliti. Dengan peran swasta dalam hal biaya konstruksi ini, maka harga biaya rumah bisa lebih ditekan dan menghasilkan kualitas rumah yang bagus.

Hal terakhir peran pihak swasta yang paling penting juga adalah menjalankan operasional perusahaan pengembang dengan profesional, karena percuma jika pemerintah sudah mempunyai program rumah murah, tetapi pihak swasta tidak bekerja profesional dan hanya mencari keuntungan saja. Maka program pemerintah akan sia-sia.
Penyediaan rumah murah untuk Indonesia memerlukan kerja sama yang saling terkait antara pemerintah dan pihak swasta. Tidak bisa kedua pihak bekerja sendiri-sendiri. Kedua pihak, pemerintah dan pihak swasta mempunyai peran masing-masing yang saling terkait. Sinergi kerja sama yang baik dari kedua belah pihak akan menghasilkan solusi terbaik untuk penyediaan rumah murah yang berkualitas bagi rakyat Indonesia.

Updated: October 15, 2020 — 8:45 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *